Wednesday, April 23, 2008

Ukuran

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Janganlah kamu menghukum….ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi…Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:37-38)

Suka atau tidak suka, Tuhan menetapkan bahwa hidup kita akan selalu diukur berdasarkan ukuran yang kita ukurkan pada orang lain. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita semua akan diukur dalam empat hal: penghakiman, penghukuman, pengampunan dan memberi. Untuk memudahkan kita selalu mengingatnya, anggaplah Tuhan memberikan empat ‘rekening bank’ beserta buku tabungannya pada kita.

Rekening dan buku tabungan yang pertama adalah penghakiman. Tuhan mau ‘rekening’ yang satu ini tetap nol dan tidak bertambah. Bila kita mengukurkan penghakiman pada orang lain, maka account penghakiman kita akan bertambah, dan ukuran yang sama akan diukurkan pada kita. Mengenai penghakiman Tuhan Yesus berkata, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Mat. 7:1). Cek buku tabungan penghakiman Anda. Apakah tetap kosong? Atau semakin bertambah?

Buku tabungan yang kedua adalah penghukuman. Hanya Tuhan yang berhak menghukum, bukan kita. Seperti halnya dengan ‘rekening’ penghakiman, ‘rekening’ yang satu ini juga harus tetap kosong. Bila kita mengukurkan penghukuman pada orang lain, maka account penghakiman kita akan bertambah, dan ukuran yang sama akan diukurkan pada kita.

Pengampunan adalah buku tabungan kita yang ketiga. Berlawanan dengan penghakiman dan penghukuman, Tuhan ingin agar kita selalu mengampuni (Kol.3:23). Bahkan dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan bahwa bila kita tidak mengampuni orang lain maka Bapa juga tidak mengampuni kita. Bagaimana dengan account Anda yang satu ini? Semakin banyak Anda mengukurkan pengampunan pada orang lain, semakin banyak pula pengampunan yang diukurkan pada Anda. Begitu pula sebaliknya.

Yang terakhir adalah memberi. Semakin banyak Anda memberi, maka semakin banyak ukuran yang Anda terima. Sebaliknya, bila Anda semakin sedikit memberi (bahkan jarang atau tidak pernah), maka ukuran yang sama akan diukurkan pada Anda. Kapankah terakhir kali Anda memeriksa keempat rekening Anda ini? Bila Anda dihakimi dan dihukum, jangan membalas. Bila Anda disakiti, ampunilah. Bila memiliki berkat dan kesempatan, berkatilah orang lain. Karena ukuran yang sama akan diukurkan pada Anda!


Ps Ivan F. Clement


Originally published at Weekly Bulletin, April 6, 2008

Hidup Tanpa Perasaan Bersalah

“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka…
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
(2 Korintus 5: 19, 21)

Pernahkah Anda mengalami masalah yang merenggangkan hubungan Anda dengan seseorang? Hutang dan janji yang belum dipenuhi, serta tindakan yang menimbulkan kekecewaan—ada banyak hal lagi yang bisa menyebabkannya. Tahukah Anda bahwa dosa membuat Anda putus hubungan dengan Tuhan? Tanpa perlu diberitahu, sanubari terdalam Anda menyadarinya: Tuhan adalah pribadi yang jauh. Anda membutuhkan pertolonganNya, namun Anda tahu ada sesuatu yang membuat Anda tak bisa dekat denganNya. ‘Sesuatu’ itu adalah dosa. Puji Tuhan, pengorbanan Yesus di kayu salib mengubah semua itu.

PengorbananNya membawa rekonsiliasi. Bapa tidak lagi memperhitungkan pelanggaran kita. Bapa tidak lagi marah pada kita. Dia meniadakan penghalang hubungan Anda dengan dia (yaitu dosa) melalui pengorbanan Kristus. Inilah berita sukacita. Dosa-dosa kita sudah diampuni. Iblis, musuh kita, ingin Anda tidak menyadari kebenaran ini. Ia akan terus menuduh Anda. Namun kehidupan yang merdeka adalah kehidupan yang bebas dari perasaan bersalah. Hanya ada satu hal yang bisa membuat kita dibenarkan: pengampunan oleh kuasa darah Tuhan Yesus.

PengorbananNya membuat kita memiliki pesan bagi dunia. Tertindih oleh perasaan bersalah adalah sebuah beban yang sangat berat. Dan tidak ada kelegaan yang lebih besar daripada ketika Anda dibebaskan oleh kuasa darahNya. Tuhan ingin Anda membagikan semua ini kepada banyak orang. Ia bahkan mempercayakan pelayanan (ministry) dan pesan (message) mengenai hal ini kepada setiap kita (2 Korintus 5: 18, 19). Inilah pelayanan kita: membawa setiap orang mendengar bahwa pengorbanan Yesus telah memperdamaikan mereka dengan Bapa. Inilah pesan kita: dunia tidak perlu lagi hidup dalam perasaan bersalah. Sudah ada pengorbanan yang dapat menghapus dosa: kita bisa hidup dengan sukacita, tanpa perasaan bersalah!

PengorbananNya membuat kita dibenarkan. Orang-orang benar berani seperti singa muda (Amsal 28:1), dan bila yakin berdoa, maka doanya sangat berkuasa (Yakobus 5:16). Anda bukan lagi orang berdosa. Anda adalah orang benar. Selamat Paskah!



Ps Ivan F. Clement


Originally published at Weekly Bulletin, March 23, 2008

Sesuatu Tersedia di Depan Anda

“Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!”
(Mazmur 31:20)

Saat ini ada begitu banyak orang tidak berani menatap masa depan mereka. Semua begitu kabur dan suram. Sadar atau tidak mereka percaya bahwa ada lebih banyak hal buruk daripada hal baik yang akan terjadi pada mereka. Namun Tuhan memberikan suatu hal yang begitu berbeda: Dia mempersiapkan kebaikan yang berlimpah bagi orang yang takut akan Dia, dan bagi yang berlindung padaNya. Ia suka menunjukkan kebaikan yang berlimpah untuk kita di hadapan orang-orang lain. Mari angkat wajah Anda dan tatap sesuatu yang tersedia di depan Anda: bukan masa depan yang suram, tapi kebaikan yang melimpah.

Dia merencanakan kebaikan. Masih ingat apa yang Yusuf katakan pada saat Tuhan sudah mengangkat dia menjadi perdana menteri Mesir? “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20) Iblis merancang kejahatan dalam hidup Anda, namun Tuhan merancang kebaikan. Kebaikan dan anugerahNya jauh lebih berkuasa dari segala kemalangan yang terjadi dalam hidup Anda. Sesuatu tersedia di depan Anda, yaitu rancangan kebaikan dari Tuhan.

Mengalami happy ending dari Tuhan. “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yakobus 5:11) Ayub mengalami ujian yang luar biasa, namun ia mengalami “akhir yang disediakan Tuhan”, yaitu sebuah akhir yang penuh dengan kemenangan. Anda juga memiliki sebuah “akhir yang disediakan Tuhan”, karena Tuhan yang Anda sembah adalah Tuhan yang “maha penyayang dan penuh belas kasihan”. Jangan menyerah, jangan berhenti percaya dan setia. Ada happy ending yang berkemenangan tersedia di depan Anda.


Ps. Ivan F. Clement


Originally published at Weekly Bulletin, March 16, 2008

Hidup Rendah Hati Di Hadapan Tuhan

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mikha 6:8)

Tuhan hanya menginginkan tiga hal dari hidup kita: berlaku adil (do the right things), mencintai kesetiaan (berjalan di dalam kasih) dan hidup dengan rendah hati di hadapanNya. Pada ayat-ayat sebelumnya, nabi Mikha mencatat keluhan Tuhan mengenai bangsa Israel (ayat 2). Tuhan ingin bangsa Israel kembali pada kehidupan yang rendah hati di hadapanNya, dan uniknya ia mengingatkan bangsa Israel pada tiga kejadian yang pernah terjadi dalam sejarah leluhur Israel sebelumnya. Tiga kisah ini menunjukkan tiga alasan mengapa kita perlu belajar hidup rendah hati di hadapanNya.

Pertama, Tuhan mengingatkan bahwa Ia telah menebus kita dari perbudakan dosa (ayat 4). Dahulu kita adalah budak dosa yang ditebus hanya oleh belas kasih Tuhan. Jangan lupakan asal usul kita, remember where you came from.

Kedua, Tuhan mengingatkan bahwa ada banyak hal yang bisa terjadi di luar kendali kita (ayat 5). Saat bangsa Israel ada di padang gurun, raja Balak dari Moab membayar nabi Bileam untuk mengutuk Israel sampai 3 kali, namun yang terjadi adalah Tuhan menaruh kata-kata berkat sehingga Bileam terus menerus memberkati Israel. Semua ini terjadi tanpa sepengetahuan Israel. Jika kita hidup sehat dan diberkati, ingatlah bahwa sebenarnya ada banyak hal yang dilakukan musuh di luar kontrol kita, namun Tuhan masih melindungi dan memberkati kita.

Terakhir, Tuhan mengingatkan bahwa hanya Dia yang mampu membebaskan kita dari masa lalu dan membawa kita masuk ke masa depan kita (ayat 5). Itulah yang terjadi di Sitim dan Gilgal. Di Sitim, bangsa Israel jatuh dalam dosa dengan wanita-wanita Moab. Di Gilgal, Tuhan membersihkan semua noda dosa masa lalu melalui sunat dan perayaan Paskah. Di Gilgal pula Tuhan mempersiapkan Yosua menyeberang sungai Yordan untuk masuk ke dalam masa depan mereka. Mari hidup dalam kerendahan hati di hadapanNya.


Ps. Ivan F. Clement


Originally published at Weekly Bulletin, March 3, 2008

Hidup Karena Anugerah

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” (1 Korintus 15:10)

Ada tiga hal yang sangat memberkati saya dari ayat ini. Yang pertama, kita adalah sebagaimana kita ada karena kasih karunia atau anugerah Tuhan. Ketika kita sadar bahwa keberadaan, keadaan, bahkan kelangsungan hidup kita itu karena anugerah, semuanya berubah. Tidak lagi kita mengandalkan kekuatan sendiri atau menyombongkan diri, karena semuanya itu anugerah. Tidak lagi kita terlalu lama marah karena orang lain menghambat atau mau mencelakakan kita, karena kita tahu bahwa kebahagiaan kita tidak ditentukan oleh manusia atau situasi apapun. Tidak lagi kita membenci diri sendiri, karena semuanya adalah anugerah.

Hal kedua, kita bisa tidak menyia-nyiakan kasih karunia dari Tuhan. Banyak orang mengubur talentanya, dan membuang kesempatan yang Tuhan beri. Kita semua bisa saja menyia-nyiakan anugerah Tuhan, tapi kita juga bisa menghargai dan memanfaatkannya dengan sungguh. Mungkin kita tidak menyadari anugerah Tuhan dalam hidup kita, seperti janda di Sarfat. Nabi Elisa bertanya, ”Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Janda itu menjawab, "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." (2 Raja-Raja 4:2) Jangan pandang enteng pada apa yang ada di tangan kita. Di tanganNya, segalanya adakan menjadi berlipatganda.

Yang terakhir, kasih karunia menjadikan kita lebih produktif. Banyak orang berasumsi bahwa hidup oleh anugerah itu artinya selalu diberi kemudahan. Namun di sini kita juga belajar bahwa anugerah itu justru memampukan kita bekerja lebih keras lagi. AnugerahNya memberikan energi ilahi, fresh anointing, ide-ide cemerlang, dan kekuatan untuk hidup lebih produktif bagi kerajaan Tuhan. Anugerah tidak diberi supaya kita menjadi malas, namun agar kita lebih giat bekerja. Namun jangan lupa, itu semua bukannya oleh kuat dan gagah kita, namun karena kasih karunia. Mari hidup dalam anugerahNya.


Ps. Ivan F. Clement


Originally published at Weekly Bulletin, February 24, 2008

Visi Pelayanan Seniors for Christ

“Juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.” (Mazmur 71:18)

Mulai sekitar tahun 2003, Tuhan menaruhkan dalam hati kami untuk menjangkau para Senior (usia 50-80) bagi Kristus. Walau pelayanan ini baru terealisasi pada tahun 2006, kami melihat bahwa pelayanan ini mulai mendapat tempat di hati para Senior yang kami layani. Kerinduan kami adalah pelayanan ini akan menjangkau ribuan (bahkan lebih lagi) Senior bagi kerajaan Tuhan.

Banyak orang merasa bahwa jika saya sudah berusia tua maka saya sudah tidak bisa melakukan apa-apa bagi Tuhan. Banyak Senior yang merasa sendirian, lemah dan berhenti bersemangat dalam hidup. Namun Mazmur 71:18, yang adalah ayat kunci dari pelayanan Seniors for Christ, menyatakan bahwa Tuhan punya rencana agar para Senior dapat memberitakan kuasa Tuhan pada generasi ini, dan bahkan juga pada generasi yang akan datang! Haleluya! Tuhan memakai Musa pada usia 80 tahun, dan ia meninggal pada usia 120 tahun tanpa menjadi lemah sedikitpun. Kaleb tidak kurang kekuatannya meski ia berusia 80 tahun, dan ia menikmati milik pusakanya di usia tua. Roh Tuhan juga akan memberi mimpi bagi orang-orang tua (Kis. 2:17).
Generasi ini (dan generasi yang akan datang) memerlukan berita sukacita Injil Kristus. Dengan berani kami menyampaikan bahwa Tuhan masih memakai orang-orang tua, para Senior yang diurapi untuk memberitakan keperkasaanNya.

Kami rindu hal ini terjadi melalui pelayanan Seniors for Christ, yang saat ini diadakan setiap bulan. Mari kita bersama menangkap visi ini, dan melakukan perkara-perkara besar bagi kerajaanNya. Amin!


Ps. Ivan F. Clement


Originally published at SFC Bulletin, February 23, 2008

A New Season

“Yesus berkata pula kepada orang banyak: ‘Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Matius 12: 54-56)

Tuhan bekerja berdasarkan season atau musim. Ada beberapa spiritual seasons yang sudah kita lewati selama tahun 2007 lalu, seperti masa pelipatgandaan, peperangan rohani, dan konsolidasi. Semuanya tidak diawali dengan hebatnya perencanaan dari leadership team atau ketajaman strategi kami, namun Roh Kudus setiap kali memberitahu dan membukakan mata kami para leaders bahwa musim telah berganti. Kami hanya mengikuti dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Tidak ada orang yang memandang heran ketika kita selalu siap dengan payung pada musim hujan. Bagaimana dengan musim secara rohani? Tidakkah kita juga perlu mempersiapkan diri juga?

Enter in with Thanksgiving
Dua minggu lalu Tuhan menaruhkan dalam hati saya bahwa kita sedang memasuki suatu musim yang baru, yaitu musim di mana kita bisa mengharapkan berkat Tuhan mengalir dalam semua aspek hidup kita. Kita bisa mempersiapkan diri masuk ke dalam musim ini dengan cara membiasakan diri untuk mengucap syukur sebagai bagian dari gaya hidup kita.
“Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.” (Filipi 1:3-4) Setiap kali kita mengingat seseorang atau sesuatu, ketimbang menggerutu dan marah, naikkan syukur dan doa mengenai hal itu kepada Tuhan. Ucapan syukur tidak dapat dilepaskan dari mujizat (lihat Yoh. 6:23) dan keutuhan hidup atau wholeness. Syukur juga membawa Anda masuk ke dalam hadirat Tuhan (Mazmur 100:4). Ucapan syukur akan membawa Anda masuk ke dalam musim yang baru ini. Let’s enter in with thanksgiving!


Ps. Ivan F. Clement

Originally published at Weekly Bulletin, Fenruary 17, 2008